7 Tips Harus Diperhatikan Wanita Hamil Mau Mudik Lebaran, Lama Perjalanan dan Kapan Istirahat

oleh

Uri.co.id, PALEMBANG-Bagi wanita hamil mau mudik harus memerhatikan beberapa hal supaya kesehatan ibu dan anaknya tetap terjaga.

dr Kms Yusuf Effendi SpOG(K), dokter spesialis kandungan di Graha Spesialis RSMH Palembang berbagi tips bagi pemudik.

Beberapa tips yang mungkin bisa bermanfaat bagi wanita hamil saat mudik :

1. Lebih baik, lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan sebelum berangkat mudik.

Pemeriksaan kondisi kandungan dianggap perlu karena, seberapa kuat janin yang ada di dalam kandungan untuk diajak bepergian jarak jauh.

“Bila dalam pemeriksaan kondisi kandungan lemah, biasanya dokter akan memberikan vitamin penguat janin dan anti kontraksi. Obat ini dibawa ketika di perjalanan,” ujarnya.

2. Wanita yang sedang hamil, ketika akan menempuh perjalanan jauh lebih baik menggunakan baju-baju longgar.

Hal ini, sangat penting karena ruang gerak bisa sangat leluasa dilakukan ketika berada di dalam mobil.

3. Saat berada di dalam kendaraan, lebih baik duduk setengah tiduran.

Dengan posisi duduk setengah tiduran, bisa membuat kondisi kandungan merasa rileks.

Selain itu, sang ibu juga akan merasa nyaman dan mudah untuk menarik nafas ketika berada di dalam kendaraan.

4. Bila menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya tidak terlalu lama menempuh perjalanan.

Setidaknya, perjalanan empat atau lima jam lebih baik beristirahat. Karena, bila terlalu lama perjalanan kondisi kandungan bisa mengalami kontraksi.

“Saat berhenti untuk istirahat, lebih baik keluar dari kendaraan. Karena, bisa membuat saraf dan otot-otot yang kaku bisa renggang kembali. Bila mau tetap berada di dalam mobil, lebih baik membuka kaca mobil agar udara dari luar bisa masuk,” jelasnya.

Menggunakan kendaraan pribadi, biasanya lebih mudah untuk mengontrol kecepatan kendaraan.

Kecepatan kendaraan juga harus stabil agar tidak mempengaruhi kondisi kandungan. Karena, getaran yang ditimbulkan dari laju kendaraan dengan kecepatan tinggi juga bisa memperangruhi kondisi kandungan.

5. Selain itu, upayakan untuk tidak berpuasa. Karena, kondisi perjalanan yang ditempuh sangat jauh pastinya akan menguras tenaga.

Dari itulah, diperlukan untuk makan apabila sang ibu merasa perutnya lapar. Hal ini, bertujuan pula untuk memberikan tenaga bagi janin yang ada di dalam kandungan.

6. Bila terjadi kontraksi tidak terlalu sering, lebih baik melakukan istirahat cukup lama sampai kontraksi tidak terjadi lagi.

Karena, bila terjadi kontraksi dan kendaraan tetap melaju dimungkinkan akan membuat kontraksi lebih parah dan mengakibatkan pecah ketuban atau pendarahan.

“Ada saat seperti inilah, perlunya obat-obatan yang diberikan dokter sebelum berangkat. Ini harus segera diminum, agar tidak terjadi kontraksi yang terus menerus,” ungkapnya.

7. Bila dalam perjalanan, terjadi kontraksi yang tidak bisa ditahan lagi.

Segera menuju ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Penanganan medis perlu dilakukan, sehingga Tidka terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena, bila kontraksi terus menerus dan dibiarkan akibatnya juga bisa fatal tidak hanya bagi janin tetapi juga bagi nyawa sang ibu. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!