Aksi Napi Playboy Bermodal Facebook Asal Bandung: Nyamar Jadi Pelaut Berduit Lalu Peloroti Wanita

oleh

Uri.co.id, BANDUNG – Sebuah  kelompok penipuan yang dikomandoi oleh narapidana dari dalam penjara berhasil dibongkar polisi.

Modusnya mereka memasang profil facebook yang keren lalu memikat wanita.

Korbannya terpedaya dengan aksi mereka. 

Narapidana yang jadi otak aksi ini berkolaborasi dengan teman-temannya yang berada di luar penjara untuk menguras habis harta korbannya.

Berikut hasil liputan Jabar (Grup ):

Anggota Polres Bandung mengungkap kasus sindikat penipuan yang menyasar kaum perempuan di Facebook.

Dalam kasus ini polisi menangkap tujuh tersangka.

Dua dari tujuh tersangka merupakan residivis.

 
Bahkan dua tersangka itu mengendalikan sindikat penipuan dari dalam rumah tahanan (rutan).

Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan mengatakan lima tersangka yang berinisial MRH, RGB, Rd, AR, dan AS sudah dijebloskan di ruang tahanan Polres Bandung.

“Sedangkan dua tersangka lain yang berinisial DF dan AMR masih berada di Rutan Kebonwaru Bandung,” ujar Indra, Senin (20/5/2019) malam.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban pada 12 Mei 2019.

Polisi menangkap para tersangka di beberapa lokasi pada 18 Mei 2019.

“Modusnya, mereka kenalan kemudian merayu korban lewat Facebook,” katanya.

Para tersangka membuat akun palsu di Facebook dan memasang foto profil dan nama orang lain.

Demi menarik dan mengelabui korban perempuan, para tersangka membuat seolah-olah profilnya terlihat keren.

Dalam profilnya, sindikat ini memuat status pekerjaan di pelayaran sebuah perusahaan besar di Papua.

“Setelah kenalan, tersangka yang di dalam lapas kemudian komunikasi dengan korban lewat aplikasi pesan singkat.”

“Bahkan mereka terjerat dan menjalin hubungan asmara,” ujarnya.

Setelah lama berhubungan jarak jauh, para tersangka mengajak korban untuk bertemu dengan janji memfasilitasi biaya kepulangan para korban.

Bujuk rayu tersangka diperkuat dengan menunjukan tanda pengenal karyawan perusahaan besar tersebut.

Bahkan sindikat ini juga menyertakan cek senilai Rp 2 miliar.

Namun sebelumnya korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang yang akan terganti setelah korban mendapat bagian dari pencairan cek tersebut.

Termakan bujuk rayu tersebut, sejumlah korban rela memberikan uang kepada tersangka berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 30 juta.

Uang tersebut ditransfer ke rekening atas nama Maryono dan Muhamad Rizky Hardiansyah di bank yang berbeda dan dipegang oleh para tersangka di luar rutan.

“Para korban baru menyadari tertipu, setelah tersangka tak bisa dihubungi setelah mendapat transfer uang.”

“Baru satu orang yang melaporkan penipuan ini. Kami yakin korbannya banyak.”

“Para pelaku sudah beraksi sejak 2016,” tuturnya.

Dalam kasus ini polisi berhasil menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga berasal dari para korban.

Polisi juga menyita puluhan telepon genggam yang biasa dipakai para tersangka dalam menjalankan aksinya.

“Ada 33 ponsel, uang tunai Rp 142 juta, satumobil, tiga motor, 73 buku tabungan, dua dompet, dan 17 kartu ATM,” tuturnya.

“Kami sudah bekerja sama dengan pihak bank untuk menelusuri kemungkinan barang bukti tindak pidana pencucian uang lainnya.”

“Kami akan mencari aset-aset lain yang berhasil dibeli pelaku dengan uang hasil menipu para korban,” ujarnya.

Berita ini sudah dimuat di Uri.co.id Pasang Foto Cowok Ganteng di Facebook, Pakai Bujuk Rayu Tipu Banyak Cewek, Dikendalikan dari Rutan

Uri.co.id  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!