Kronologi dan Misteri Identitas Korban Mutilasi Malang, Sugeng: Ia Minta Mutilasi Jika Sudah Mati

oleh

Uri.co.id – Sugeng, terduga pelaku mutilasi di Pasar Besar Kota Malang mengaku jika dirinya melakukan mutilasi atas dasar permintaan sang korban.

Keterangan dari Sugeng, dirinya baru mengenal korban yang telah ia mutilasi.

Sugeng berkenalan dengan korban di depan Klenteng Eng An Kiong, Sabtu (11/5/2019).

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, mengatakan terduga pelaku dan korban bertemu sekitar sembilan hari lalu di depan Kelenteng En Ang Kiong pada pukul 06.30 WIB. Korban saat itu, dalam keadaan sakit dan kemudian dibawa ke Lantai 2 Pasar Besar.

“Setelah itu terduga pelaku ini meninggalkan korban. Pada pukul 17.00 WIB, terduga pelaku melihat korban sudah meninggal,” ucapnya.
Pakaian perempuan berupa rok berwarna merah dan hem putih dengan motif bunga merah yang diduga pakaian korban pembunuhan mutilasi di di Matahari Pasar Besar kota Malang

Pakaian perempuan berupa rok berwarna merah dan hem putih dengan motif bunga merah yang diduga pakaian korban pembunuhan mutilasi di di Matahari Pasar Besar kota Malang (Uri.co.id/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah)

Setelah berkenalan, Sugeng membawa korban ke Pasar BesarKota Malang pada pukul 07.00 WIB.

Dari keterangan terduga pelaku, korban dalam kondisi sakit hingga kemaluan korban juga mengeluarkan darah.

Menurut kesaksian Sugeng, pada pukul 17:00 WIB korban kemudian meninggal dunia di Pasar Besar.

Dan Sugeng membenarkan, bahwa dirinya telah melakukan mutilasi alias memotong tubuh korban pada Senin (13/5/2019).

Mutilasi dilakukan oleh Sugeng, sesuai dengan permintaan korban sebelum meninggal.

“Menurut pengakuan pelaku kenapa dilakukan mutilasi karena pesan dari korban. Jadi permintaan dari korban untuk nanti setelah meninggal tolong dilakukan dilakukan pemotongan,” ujar Asfuri.

Sugeng (49) diketahui melakukan aksinya dalam memutilasi korban menggunakan gunting taman.

Setelah melakukan mutilasi, Sugeng akhirnya meninggalkan tubuh korban yang telah terpotong-potong di parkiran lantai 2 Pasar Besar.

“Kami masih menyelidiki kasus mutilasi ini. Mulai dari motif mutilasi dan apakah Sugeng ini melakukan pembunuhan kepada korban. Ini yang masih kami selidiki,” ucapnya.

Misteri Identitas Korban

Sugeng (49) terduga pelaku mutilasi di Pasar Besar Kota Malang menyebut korban dengan nama Maluku.

Polisi masih melakukan penyelildikan lebih lanjut terkait nama Maluku tersebut.

Masih belum diketahui jika ‘Maluku’ yang dimaksud merupakan nama korban atau daaerah asal korban yang dimutilasi.

“Menurut kesaksian yang bersangkutan, nama korban itu ‘Maluku’. Entah itu nama korban, atau tempat tinggal korban, tapi yang bersangkutan hanya menyebut itu,” ucap Asfuri.

6. Sketsa Wajah Korban
Polres Malang Kota merilis sketsa wajah wanita yang menjadi korban mutilasi di Kota Malang. Potongan tubuh korban mutilasi ditemukan oleh pedagang di Lantai 2 eks Gedung Matahari Departmen Store Pasar Besar.

Polres Malang Kota merilis sketsa wajah wanita yang menjadi korban mutilasi di Kota Malang. Potongan tubuh korban mutilasi ditemukan oleh pedagang di Lantai 2 eks Gedung Matahari Departmen Store Pasar Besar. (repro: aminatus sofya)

Untuk memudahkan proses identifikasi korban, Polres Malang Kota merilis sketsa wajah wanita yang menjadi korban mutilasi di Kota Malang.

Potongan tubuh korban mutilasi ditemukan oleh pedagang di Lantai 2 eks Gedung Matahari Departmen Store Pasar Besar.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, mengatakan polisi merilis sketsa wajah korban setelah mendapat keterangan dari pelaku, Sugeng.

Setelah dikonfirmasi, sketsa tersebut cocok dengan wajah asli korban.

“Mohon informasi ini disebar oleh kawan-kawan supaya identitas korban segera terungkap,” kata Asfuri, Rabu (15/5/2019).

Kronologi Penangkapan

Terduga pelaku yang bernama Sugeng (49) ini ditangkap oleh polisi usai anjing pelacak menyisir di sekitar lokasi kejadian.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan,bahwa terduga pelaku ditangkap di Jalan Laksamana Martadinata, Rabu (15/5/2019) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

“Terduga pelaku ditangkap petugas pada pukul 15:30 WIB, usai anjing pelacak menyisir daerah tersebut,” ujarnya.
Tim K-9 Polres Malang Kota menggunakan anjing pelacak untuk mengungkap kasus mutilasi wanita 34 tahun di Pasar Besar, Kota Malang, Rabu (15/5/2019).

Tim K-9 Polres Malang Kota menggunakan anjing pelacak untuk mengungkap kasus mutilasi wanita 34 tahun di Pasar Besar, Kota Malang, Rabu (15/5/2019). (edgar)

Dijelaskan Asfuri, bahwa Sugeng ditangkap di depan Panca Budhi.

Penangkapan Sugeng bermula ketika anjing pelacak meninggalkan lokasi usai lama berdiam diri di depan Toko Santoso.

Setelah anjing itu pergi, tak berselang lama ada seorang pria yang mengenakan jaket hitam dan kaos berwarna orange duduk di lokasi tempat anjing itu berdiam lama.

Kemudian, seorang petugas yang masih berada di depan Panca Budhi memanggil nama Sugeng.

Orang tersebut kemudian menoleh dan petugas langsung menangkap orang yang bernama Sugeng tersebut.

“Jadi petugas ada yang iseng aja manggil Sugeng. Orang tersebut menoleh dan menjawab ‘iya’,” terang Asfuri.

Aiptu Imam, petugas K-9 Polres Malang Kota mengatakan, bahwa pelaku telah diamankan tak jauh dari lokasi penyisiran anjing pelacak.

“Ya, tadi terduga pelaku sudah diamankan. Tadi petugas juga mengunjungi rumah mereka. Kata petugas di lapangan, di rumah terduga pelaku ini juga ada tulisan yang hampir sama dengan penemuan di TKP,” terangnya.

Usai ditangkap, Sugeng kemudian dibawa ke TKP dan dimintai keterangan oleh petugas.

 Uri.co.id  Update Mutilasi Pasar Besar Kota Malang – Ada 7 Fakta Baru, Dari Foto Pelaku hingga Pengakuan Ganjil, http://suryamalang.Uri.co.id/2019/05/16/update-mutilasi-pasar-besar-kota-malang-ada-7-fakta-baru-dari-foto-pelaku-hingga-pengakuan-ganjil?page=all.
Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!