Pemuda Marah-marah Saat Disetop Polisi Karena Tak Pakai Helm di Lubuklinggau, Begini Nasibnya Kini

oleh

Uri.co.id, LUBUKLINGGAU — Jumat (10/5) lalu seorang pengendara melintas tanpa menggunakan helm di stop Petugas Polres Lubuklinggau mendadak viral di berbagai media sosial instagram.

Pasalnya pengendara yang di ketahui bernama Dimori tersebut diduga tidak terima saat petugas Polisi lalu lintas (Polantas) menyetopnya di Jalan Yos Sudarso depan Hotel Smart.

Saat di stop Dimori langsung marah-marah kepada petugas. Dalam video yang beredar berdurasi satu menit tersebut ia mempertanyakan prosedur polisi menghentikan kendaraan.

“Oke aku memang dak pakai helm, tapi cak mano kalau aku ketabrak mobil cak mano,” ujarnya sembari berteriak -berteriak kepada Polantas yang menghentikannya.

Polantas yang menghentikannya di ketahui bernama Aipda M.A Yamin dan Bripka Uli, mereka tidak melakukan perlawanan saat Dimori memarahinya secara membabi buta.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono angkat bicara, melalui keterangan persnya menjelaskan bahwa memang betul kejadian tersebut, pristiwa itu terjadi pada hari Jumat (10/05/2019) lalu sekira jam 17.00 WIB.

“Sebagaimana keterangan Pers kami (Polres Lubuklinggau) diawal Ramadhan lalu, bahwa Kami akan fokus penindakan terhadap pelanggaran tidak menggunakan helm SNI,” katanya saat dihubungi Uri.co.id, Minggu (12/5).

Dwi menuturkan, pelaksanaan razia sudah melalui berbagai tahapan dari sosialisasi melalui berbagai media, pelaksanaan peneguran dan saat ini ia merintahkan anggota untuk melakukan tahapan penegakan hukum.

Terkait metode pelaksanaan yang dipermasalahkan oleh Pelanggar tersebut, Dwi menjelaskan untuk metode pelaksanaan penegakan hukum khususnya dibidang lalu lintas dan angkutan jalan dapat dilaksanakan secara stasioner dan juga melalui kegiatan patroli hunting.

“Sistem hal ini sebagaimana diatur dalam PP No 80 tahun 2012 tentang pemeriksaaan kendaraan bermotor di jalan, apalagi bersangkutan itu merupakan pelanggaran lalu lintas tertangkap tangan yang terlihat oleh mata,” paparnya.

Sehingga petugas dapat melakukan pemeriksaan secara insidental, apalagi locus kejadiannya merupakan daerah KTL (Kawasan Tertib Lalu Lintas) di Kota Lubuklinggau.

Kemudian terkait tindakan yang dilakukan oleh Pemuda tersebut, Kapolres menegaskan berdasarkan pasal 212 KUHPidana, bahwa perbuatan melawan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan kepada seorang Pegawai Negeri (dalam hal ini Polri) yang melakukan pekerjaaan yang sah dapat dijerat dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun 4 bulan.

“Kalau kita analisia bersama melihat video yang ada, Anggota kami cukup sabar menghadapi Pemuda tersebut, namun upaya perlawanan yang dilakukan oleh pelanggar terhadap petugas, kita rasa bukan hal tontonan yang baik dan mendidik serta masyarakat dapat menilainya sendiri,” tegasnya.

Bahkan berdasarkan laporan anggota, pemuda tersebut masih melakukan upaya perlawanan pada saat barang bukti sepeda motornya ditilang diamankan di Mako Polres Lubuklinggau dengan menerobos penjagaan mako bahkan mengakibatkan luka petugas jaga pada bagian jari tangan.

“Tentunya ini Kami sebagai aparat penegak hukum harus menegakan wibawa dan marwah hukum, dan saat ini yang bersangkutan telah kami lakukan pemeriksaan menunggu hasil gelar perkara nanti yang akan menentukan upaya selanjutnya, dengan harapan hal ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak” jelasya.

Dwi pun menghimbau kepada Pengguna Jalan khususnya di Lubuklinggau untuk senantiasa tertib mematuhi aturan, terkait pelaksanaan Petugas dilapangan apabila ditemukan kesalahan prosedur tentunya harus dilaksanakan sebagaimana mekanisme aturan hukum yang berlaku.

“Tidak boleh seenaknya di lapangan, kedepan Pihaknya akan tegas untuk menertibkan Kota Lubuklinggau demi keamanan dan ketertiban kita bersama,” tutupnya. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!