Kapolda Sumsel : Mercon Itu Bahan Peledak Dilarang Undang Undang, Polisi Akan Tindak Penjualnya

oleh

Uri.co.id, PALEMBANG-Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengingatkan warga jangan sampai bulan Ramadhan dijadikan untuk kegiatan yang tidak bermanfaat.

Menurut jenderal bintang dua ini, bulan Ramadhan seharusnya dijadikan untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya.

“Tidak dipungkiri, kadang-kadang di bulan Ramadan itu identik dengan remajanya menggunakan kembang dan mercon.”

“Ini merupakan jenis bahan peledak yang sebenarnya dilarang berdasarkan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 yang termasuk bahan peledak yang bisa membahayakan,”

“Artinya, bagi siapa yang melakukan kegiatan tersebut tertangkap, bisa ditegakkan hukum. Jadi saya menghimbau dan mengajak seluruh remaja dan masyarakat, jangan menggunakan mercon atau bahan peledak yang membahayakan,” ujar Kapolda, Kamis (2/5/2019).

Mercon kata Kapolda Sumsel, bisa membuat orang emosi.

Itu bisa memicu cekcok dan kemudian perkelahian.

Dari itulah, Putra Sumsel ini telah memerintahkan jajarannya untuk operasi di pasar-pasar atau di tempat-tempat tertentu yang di monitor ada jualan mercon atau bahan peledak.

Ia telah memerintahkan untuk langsung menyita mercon atau kembang api yang berdiameter besar.

Bila memungkinkan, penjualan atau distributor dilakukan penindakan hukum sebagai efek jera.

“Yang boleh kembang api yang diameternya kecilnya, kalau tidak salah 2 centimeter. Bila sudah besar, bisa membahayakan. Itulah makanya dilarang,” ungkapnya.

Kapolda Sumsel juga menyinggung ada kebiasaan remaja yang menamakan kegiatan ini asmara subuh.

Kegiatan ini juga dinilai mengganggu terlebih ketika masyarakat melakukan ibadah.

Kapolda juga mengimbau kepada para remaja milenial, jangan dibiasakan hal yang bisa menimbulkan mudorat.

Lebih baik selama Ramadan melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Perbanyak ibadah ketimbang berkumpul hanya untuk berasmara subuh.

“Polisi memang tidak bisa menghambat orang untuk bergerak dengan alasan olahraga, tetapi saya mengajak menghimbau untuk mendukung para kiai, para ustaz para ulama, momen bulan Ramadan dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif,” pungkasnya. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!